Banyak film Indonesia 2026 yang ditunggu-tunggu oleh penonton mulai dari Malam 3 Yasinan, Musuh dalam Selimut dan lainnya. Penggemar film horor pasti sudah lama menanti. Ada juga film proyek besar yang diadaptasi dari buku seperti Laut Bercerita dan Na Willa.
Setiap tahunnya sineas Indonesia menyuguhkan film-film yang digarap dengan serius. Di 2026 ini akan menjadi kebangkitan sinema Indonesia dengan jadwal rilis yang padat dan kualitas produksi yang ambisius. Ini dia deretan film 2026 Indonesia yang wajib ditonton.
Daftar Film Indonesia yang Rilis Tahun 2026
Ada banyak film bioskop 2026 dari Indonesia yang bisa kamu tonton. Terdiri dari berbagai macam genre, jadi kamu bisa memilih sesuai selera. Jangan lupa catat jadwalnya agar tidak ketinggalan menonton karena kita tidak pernah tahu berapa lama film-film ini bertahan di bioskop. Ini dia film Indonesia paling baru yang jadwal tayangnya dimulai dari Januari 2026 dan dibagi sesuai genre.
Untuk Pecinta Horor dan Thriller Inovatif
Genre horor memang biasanya paling mendominasi di Indonesia, tapi untuk 2026 tema horor-nya lebih luas, tidak berkaitan dengan hantu melulu. Mulai dari horor yang misterius yang membuat kamu harus menebak, sampai horor yang dibalut isu sosial.
- Malam 3 Yasinan (8 Januari 2026): Film horor ini berkisah pada ritual Yasinan yang berubah menjadi teror setelah kejadian misterius di malam ketiga. Film ini juga mengandung misteri yang kental dalam satu keluarga.
- Musuh Dalam Selimut (8 Januari 2026): Film thriller atau misteri ini berkisah tentang dua sahabat yang akrab. Hingga salah satunya menyadari sahabatnya itu terlalu baik, sampai batasan menjadi sahabat mengabur. Yang sebenarnya terjadi lebih kejam daripada pengkhianatan.
- Penghuni Rumah Buto Ijo (15 Januari 2026): Film ini sekilas seperti terinspirasi dari Legenda Timun Mas, tapi ternyata sangat berbeda. Mengangkat legenda lokal tentang hantu penjaga atau monster mitologi yang mendiami sebuah rumah tua.
- Alas Roban (15 Januari 2026): Film horor atau thriller yang mengambil latar di hutan legendaris Alas Roban. Terinspirasi dari kejadian-kejadian angker yang berseliweran di masyarakat sekitarnya.
- Ghost in the Cell (belum ada tanggal, 2026): Mengisahkan tentang rivalitas antar geng di lapas yang berujung pada pembunuhan berantai misterius. Ternyata pembunuhnya bukan manusia.
- Kuyank (29 Januari 2026): Film horor ini berawal dari cinta yang dalam, yang membuat wanitanya mencari jalan gelap dengan menjadi Kuyank. Ada banyak film tentang kuyang sebelumnya, tapi yang ini dikemas dengan percintaan yang kuat.
Untuk Penggemar Drama Keluarga dan Kisah Menyentuh
Film dengan genre ini cocok untuk kamu yang senang mengulik makna terdalam dari sebuah film, berpusat pada emosi pemain, refleksi kehidupan sehari-hari (slice of life) dan kisah keluarga yang hangat menginspirasi.
- Esok Tanpa Ibu (22 Januari 2026): Film drama keluarga yang menyentuh dan unik. Tentang perjuangan anak-anak atau sebuah keluarga yang ibunya jatuh koma. Si anak menggunakan bantuan teknologi AI untuk membantu ibunya sadar dari koma.
- Empat Musim Pertiwi (Tanggal Menyusul): Bercerita tentang perempuan yang baru saja keluar dari penjara, Pertiwi yang menelusuri kehidupannya, berhadapan dengan trauma kekerasan seksual. Filmnya fokus pada kekuatan perempuan yang kental dengan budaya Indonesia
- Anak-Anak Surga (Tanggal Menyusul): Remake dari film luar negeri klasik berjudul Children of Heaven yang terkenal itu. Berkisah tentang perjuangan dua saudara dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan sepasang sepatu yang layak dipakai.
Untuk Pencari Aksi Spektakuler dan Petualangan
Film dengan genre ini wajib ditonton oleh kamu yang senang menonton adegan laga, penuh ketegangan, visual yang ambisius dan biasanya dibalut dengan thriller yang membuat penonton penasaran dengan ending-nya.
- Penerbangan Terakhir (15 Januari 2026): Berkisah tentang cinta segitiga antara pilot, pramugari dan seorang artis. Ceritanya penuh intrik, balas dendam, dan perselingkuhan yang dikemas secara unik.
- Bandits of Batavia (Tanggal Menyusul): Film aksi ini terinspirasi dari Si Pitung. Kental dengan latar sejarah atau kolosal di era Batavia. Berfokus pada seorang pahlawan yang menolong yang lemah dengan kekuatan magis yang dimilikinya.
Film Adaptasi Buku yang Paling Dinantikan
Tahun 2026 akan disuguhkan dengan karya dari buku berkualitas yang diangkat ke layar lebar. Dua adaptasi buku ini tidak hanya menawarkan cerita apik yang akan menguras emosi penonton, tapi juga visual yang oke punya. Ini dia filmnya.
Laut Bercerita
Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Rencananya akan tayang di pertengahan tahun 2026. Novel ini penting karena mengangkat luka sejarah kolektif bangsa yang terjadi di tahun 1998 lewat tokoh bernama Biru Laut. Kental dengan perjuangan aktivis yang diculik, disiksa dan tak pernah kembali.
Wajib ditonton untuk kamu yang suka film sejarah dengan penyajian unik. Akan ada dua sudut pandang yang diambil di film ini, tentang perjuangan aktivis dan pencarian penuh lelah dan harap dari keluarga yang ditinggalkan.
Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen yang sudah menggarap film-film ternama seperti Istirahatlah Kata-kata, 24 Jam Bersama Gaspar dan lainnya. Serta bertabur aktor dan aktris papan atas mulai dari Reza Rahardian, Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim. Menjanjikan kualitas sinema yang kuat dan emosional.
Na Willa
Film ini ditargetkan tayang di masa libur Lebaran 2026 di akhir Maret atau awal April. Diadaptasi dari buku yang ditulis oleh Reda Gaudiamo. Na Willa cocok untuk kamu yang senang menonton cerita keluarga penuh kehangatan. Kalau nanti takut kehabisan tiket di tayang perdana, coba ikuti cara pesan tiket bioskop online.
Berkisah tentang keseharian gadis kecil keturunan Tionghoa dan NTT yang serba ingin tahu. Berlatar belakang kota Surabaya di tahun 1960-an. Visualnya sudah pasti jadul, dan disinilah keunikannya.
Na Willa adalah film live action pertama dari Ryan Adryandhy yang sukses menggarap film animasi Jumbo dan digarap oleh Visinema Studio. Visualnya dijamin estetis dan menambah gambaran lndonesia di tahun 1960. Na Willa menggambarkan film keluarga yang penuh kehangatan dan segar.
Analisis Tren Sinema Indonesia di Tahun 2026
Tren sinema Indonesia di 2026 membawa angin segar. Coba lihat di film horor yang sekarang tidak hanya berkutat dengan berbagai macam cerita hantu, tapi dibalut dengan komedi seperti Ghost in The Cell atau horor lain yang berisi isu sosial.
Drama keluarga yang menceritakan kehidupan sehari-hari pun kembali naik daun, tapi digabungkan dengan tren masa kini seperti teknologi AI. Kamu bisa menemukannya di Esok Tanpa Ibu.
Animasi lokal juga berusaha untuk menunjukkan tajinya dengan kehadiran film animasi Garuda di Dadaku, Pelangi di Mars dan WarKop DKI Animasi. Keduanya digarap cukup lama untuk menghasilkan animasi yang berkualitas.
Film ambisius yang melibatkan 6 negara lain dalam co-production, tapi tetap fokus mengusung budaya lokal dan masalah yang dihadapi oleh perempuan Indonesia. Inilah keistimewaan film Empat Musim Pertiwi.
Tidak ketinggalan film adaptasi dari buku seperti Laut Bercerita dan Na Willa, serta remake film klasik Anak-Anak Surga yang menandakan kedua film jenis ini masih dinikmati oleh penonton Indonesia.
Prospek Film Indonesia di Kancah Internasional
Film-film Indonesia 2026 berpotensi di kancah global, misalnya tayang di festival film internasional. Contohnya, Esok Tanpa Ibu yang ditayangkan perdana di Busan Internasional Film Festival di 2025.
Film Indonesia paling baru yang berpotensi masuk ke berbagai festival bergengsi seperti Venice, Berlinale, dan Toronto adalah Laut Bercerita dan Empat Musim Pertiwi. Film yang sukses tayang di festival internasional membawa nama harum Indonesia dan membuka akses bagi sineas muda Indonesia untuk tampil.
Genre horor juga berpotensi mengambil pasar internasional seperti film Kuyank. Selain ceritanya seram, alurnya juga kental dengan budaya Indonesia yang menarik bagi penonton internasional. Tidak jarang rumah produksi Indonesia mendistribusikan film horor ke luar negeri.
Peningkatan kualitas produksi film di 2026 sering didukung kolaborasi dengan sinematografer, animator, sound engineer, dan tim pasca-produksi dari studio asing. Membuat film lokal makin menarik perhatian distributor film internasional.
Yuk, dukung film lokal Indonesia dan amankan kursimu untuk menontonnya di bioskop terdekat. Catat juga tanggalnya agar tidak ketinggalan penayangan.
Jangan sampai kehabisan tiket film-film besar 2026! Pelajari Panduan Cara Pesan Tiket Bioskop Online agar kamu bisa mendapatkan kursi terbaik tanpa ribet mengantre!
